|
Pada Selasa, 20 Oktober 2009, Universitas Terbuka (UT) kembali menyelenggarakan Wisuda Periode III Tahun 2009, yang meluluskan 23 orang Program Pascasarjana dan 6.069 orang lulusan Program Sarjana dan Diploma dari 4 Fakultas (FEKON, FISIP, FMIPA, dan FKIP), serta 214 orang lulusan Akta Mengajar. Rangkaian kegiatan Wisuda Periode III Tahun 2009 ini, diawali dengan kegiatan temu wicara dan seminar akademik yang dilaksanakan pada Senin, 19 Oktober 2009, dengan tema “Membangun Kesadaran Konservasi Lingkungan Melalui Pendidikan”. Pemakalah seminar adalah: 1. Prof. Djudju Sudjana, M.Ed., Ph.D. (Guru Besar SPS Universitas Pendidikan Indonesia). . 2. Dr. Etty Riani (Dosen Pascasarjana Institut Pertanian Bogor). Pembahas seminar: Prof. Dr. Rudy Tarumingkeng (Guru Besar Institut Pertanian Bogor).
Pada Wisuda Periode III Tahun 2009 ini, Rektor UT, Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed., Ph.D., menyampaikan topik mengenai “Membangun Kesadaran Konservasi Lingkungan Melalui Pendidikan”. Pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup sudah menjadi komitmen seluruh anggota PBB dan telah dituangkan menjadi salah satu dari delapan Millenium Development Goals (MDGs), yakni “menjamin berlanjutnya pembangunan lingkungan”, dan ditargetkan dapat tercapai pada 2015. Pada kesempatan ini, Rektor mengatakan bahwa masalah lingkungan hidup adalah masalah yang multi sumber, multi penyebab dan multi dampak, yang telah mengakibatkan terjadinya degradasi lingkungan di seluruh bagian bumi. Degradasi lingkungan secara umum dipercepat oleh tiga hal, yaitu pesatnya pertumbuhan penduduk, disparitas kemakmuran, dan pembangunan ekonomi. Kombinasi dua faktor pertama telah menyebabkan kemiskinan yang kronik, yang kerapkali dipakai sebagai dalih untuk menguras sumber daya alam secara semena-mena. Di tingkat global dicanangkan pendekatan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development. Agenda utama pembangunan berkelanjutan adalah upaya untuk mensinkronkan, mengintegrasikan, dan memberi bobot yang sama bagi tiga aspek utama pembangunan, yakni aspek ekonomi, sosial-budaya, dan aspek lingkungan hidup. Melalui pembangunan berkelanjutan, diharapkan titik berat yang selama ini hanya pada pembangunan ekonomi, dapat bergeser menjadi pembangunan yang meliputi pembangunan sosial-budaya, dan lingkungan hidup. Rektor menyampaikan bahwa banyak faktor lain yang turut menentukan keberhasilan suatu negara dalam mengatasi kemiskinan, salah satunya adalah pengetahuan dan kemampuan manusia untuk meningkatkan nilai tambah dalam produksi barang dan jasa. Jika kemampuan manusia ditingkatkan, maka tekanan pada sumber daya alam dan eksploitasinya dalam mengatasi kemiskinan, dapat diperkecil. Sebagai insan pendidikan, kita dapat memberi kontribusi penting, karena pendidikan dapat membantu peningkatan pengetahuan dan kemampuan manusia. Pendidikan juga dapat membantu menyebarluaskan pemahaman bahwa lingkungan hidup dan konservasi adalah urusan kita semua secara kolektif sebagai masyarakat. Seperti pendidikan, konservasi lingkungan adalah investasi jangka panjang yang harus dilakukan dan tidak boleh ditunda.
Rektor menambahkan bahwa UT memiliki kapasitas yang sangat besar untuk dapat berperan serta dalam meningkatkan kemampuan manusia, terutama manusia Indonesia, untuk mengatasi tekanan terhadap sumber daya alam dan mengurangi kemiskinana. Secara aktif UT telah mempromosikan pendekatan-pendekatan konservasi di lingkungan UT Pusat dan UPBJJ-UT. Telah bertahun-tahun, UT melakukan penanaman pohon di lingkungan UT Pusat maupun UPBJJ-UT. UT juga sengaja membuat danau untuk ikut membantu konservasi air tanah. Dalam waktu dekat secara bertahap, UT akan menerapkan green office atau green work environment yang bertujuan mengurangi dampak negatif kita kepada lingkunga.
Pada akhir pidatonya, Rektor berharap kepada wisudawan apabila kembali ke daerah asal masing-masing, dapat membawa pemahaman danspiritbahwa lingkungan dan konservasi alam adalah urusan kita masing-masing, dan secara aktif kita dapat berbuat sesuatu untuk meminimalkan ataubahkan meniadakan dampak nigatifnya lewat pendidikan.
|