JAKARTA — Pencinta buku di Jakarta bolehlah bersenang hati karena pilihan tempat berburu benda kesayangan mereka kini bertambah satu. Lebih luas, lebih lengkap.
Dulu, jika berjalan-jalan ke Plaza Senayan, Anda bisa menemukan toko buku Kinokuniya yang di sudut Sogo Department Store. Kinokuniya—yang merupakan toko buku besar di negeri asalnya, Jepang—hanya merupakan tempat kecil dengan rak yang tidak banyak untuk menampung buku-buku terbitan luar negeri.
Namun kini, toko buku kecil tersebut telah menjadi besar dan luas. Letaknya juga tidak lagi menyudut di sebuah department store, melainkan sudah memiliki lantai sendiri seluas 1.850 meter persegi. Persisnya, terletak di lantai lima Sogo Department Store, dan resmi dibuka hari Sabtu (5/6).
Menurut Paulus A.Tandagi, General Manager PT Kinokunia Bukindo, ada lebih dari 200 ribu judul terpajang di toko buku ini. ”Kami menyediakan 32 kategori buku berbahasa Inggris, 18 kategori buku berbahasa Jepang, dan 30 kategori buku berbahasa Mandarin,” kata Paulus.
Hanya saja, jika Anda ingin memiliki buku-buku berbahasa Indonesia, sebaiknya tidak mencari di sini. Bukan tidak ada, melainkan pilihannya tak banyak. Dihitung dari keseluruhan koleksi yang dijual, karya anak negeri cuma berjumlah lima persen. Sementara yang mendapat bagian terbesar adalah buku-buku berbahasa Inggris, yang mendapat porsi 60 persen. Literatur Jepang ada sekitar 25 persen.
”Untuk buku-buku Jepang, pasarnya bukan cuma dari kalangan orang-orang Jepang, melainkan juga orang-orang Indonesia yang berminat pada kebudayaan Jepang,” tutur Paulus menjelaskan mengapa literatur Jepang mendapat porsi yang signifikan.
Di samping itu, Paulus yakin buku-buku internasional memiliki pasar yang besar mengingat juga makin banyak sekolah internasional yang berdiri di Jakarta.
Interior
Toko buku internasional di Jakarta boleh dibilang tumbuh subur. Dengan persaingan yang begitu ketat, tentu ada kekhasan yang membuat toko-toko tersebut kembali dikunjungi peminat buku. Beberapa toko menonjolkan suasana homey, dengan menyediakan beberapa sofa empuk. Pembeli atau calon pembeli bisa membaca dengan tenang buku yang mereka taksir sambil duduk di kursi yang empuk tanpa takut ditegur petugas toko tersebut. Bagaikan berada di perpustakaan pribadi.
Meski model begini sedang tren, Books Kinokuniya tidak menerapkan konsep serupa. Tidak ada sudut-sudut baca dengan sofa-sofa empuk di sana. Toko buku yang telah buka sejak 14 tahun lalu di Jakarta, menonjolkan tema desain yang justru mirip pasar tradisional di Indonesia. Oleh Kay Ngee Tan, sang desainer interior, ruangan toko ini ditata dengan perpaduan antara budaya Jepang dan Indonesia. Maka, konsep pasar ini digunakan untuk mencerminkan ke-Indonesia-an. ”Di sini terdapat beragam publikasi dalam berbagai bahasa dan dipamerkan secara berdampingan, serta mampu mengundang masyarakat Jakarta untuk datang ke lantai paling atas tower Sogo, untuk meluangkan waktu sejenak melihat penawaran paling mutakhir,” kata Kay dalam keterangan pers.
Untuk menonjolkan tradisi Indonesia, Kay memberikan sentuhan-sentuhan kerajinan dengan permainan pencahayaan di langit-langit. Kay ingin memberikan kesan tenang kepada setiap pengunjung.
Efek pencahayaan juga dimaksudkan sebagai penunjuk, zona indikator dengan gambar dan lambang yang menyala dari bagian belakang. Sama dengan bahan lokal yang digunakan untuk lantai, pencahayaan dirancang untuk menentukan lokasi dan karakter toko yang berbeda.
Rak-rak terbuat dari bahan balok, dengan sentuhan warna abu-abu, dan beberapa alternatif material pada pengerjaan akhir. Kay ingin memberi kesan yang lembut tetapi tegas.
Konsep pasar ini agaknya sesuai dengan kelebihan toko buku yang dalam bahasa Indonesia berarti ”rumah di daerah Kinokuni”. Deretan koleksi yang dijual di sana terbilang lengkap. Penggemar sastra berbahasa Inggris bisa menemukan novel-novel berbagai genre. Ada thriller, fiksi ilmiah, fiksi, bahkan buku-buku yang bisa Anda nikmati dalam sebuah perjalanan. Yang juga menonjol adalah tersedianya banyak judul bagi para pengoleksi atau penggemar novel grafis, seperti Superman, X-Men dan lain sebagainya. Para sineas muda atau peminat dunia perfilman bisa mendapatkan referensi yang lumayan lengkap.
”Kami memang memiliki kelebihan pada range of title yang bagus,” kata Paul tentang toko buku yang menghabiskan dana pendirian sebesar Rp 24 miliar.
Nah, bukankah ini kabar baik bagi para pencinta buku? (ida)
dari : sinarharapan.co.id



Banyak orang saat ini ingin mendapatkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi (PT) tetapi tidak tahu dan bingung harus ke mana melangkah. Pada akhirnya banyak yang ikut-ikutan terbawa teman berspekulasi masuk ke PT melalui seleksi dengan persaingan sangat ketat, padahal bila ia memang tidak memiliki kemampuan di atas rata-rata, itu hanya buang waktu dan biaya saja -kalo toh pada gilirannya ia gak bisa lolos juga.
Oleh karena itu jangan dibiasakan berspekulasi, pilih langsung PT negeri yang pasti merima anda kapan pun ! Ya kapan saja, karena registrasi mahasiswa baru dilakukan setiap hari dan wisuda tiap semester ( setahun dua kali). Segera raih cita-cita anda, jangan buang waktu, 3 tahun cepat berlalu, daripada waktu dibuang-buang tak berguna, mendingan jadi sarjana -langsung aja daftar dan cari info sekarang ke hotline : 022-713350 022-730314141 022-92022241
Bila anda karyawan sibuk yang sering ditugaskan ke berbagai kota di luar Bandung, tidak perlu khawatir tidak bisa mengikuti kuliah dan ujian akhir semester (UAS) karena walaupun anda terdaftar di Bandung namun dalam mengikuti ujian bisa di mana saja di 69 kota di seluruh Indonesia.



