|
Perguruan Tinggi: Minder Kuliah di UT Hanya Masa Lalu GORONTALO (Ant): Rektor Universitas Terbuka (UT) Mohamad M. Atwi Suparman mengatakan istilah minder kuliah di UT yang sering dilontarkan masyarakat hanya tinggal masa lalu saja karena kenyataannya kini jumlah mahasiswa UT terus meningkat. "Dulu orang malu dan minder kuliah di UT karena dianggap tidak bergengsi, tapi mereka salah karena tidak pernah merasakan kuliah di UT," kata Alwi saat menghadiri wisuda 107 mahasiswa program sarjana dan diploma Universitas Terbuka di Gorontalo, Selasa (25-7). Ia mengatakan untuk wilayah Gorontalo saja, jumlah mahasiswa sekitar 600 orang yang berprofesi guru yang dibiayai Pemerintah Provinsi Gorontalo sejak empat tahun lalu. "Jumlah itu belum termasuk mahasiswa yang kuliah pakai biaya sendiri," katanya tanpa menyebutkan jumlah mahasiswa atau alumni UT secara keseluruhan. Animo masyarakat Provinsi Gorontalo untuk mengecap pendidikan yang lebih tinggi, secara langsung sangat memengaruhi keberhasilan UT dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Kini, ujarnya, masyarakat tidak perlu merasa minder lagi menuntut ilmu di UT karena pihaknya memiliki program studi beragam yang kualitas pembelajarannya tidak kalah dengan universitas negeri atau swasta. Menurut dia, buku atau materi pembelajaran di UT ditulis dosen-dosen dari universitas terkemuka dengan kualitas yang tidak perlu diragukan lagi dengan biaya kuliah yang relatif murah. "Kalau UT tidak berkualitas, tidak mungkin Pak Fadel (Gubernur Gorontalo) mau menyekolahkan para gurunya di sini," ujarnya. Gubernur Gorontalo Fadel Muhamad membenarkan pernyataan Rektor UT tersebut dan mengatakan Pemprov sengaja menggandeng UT untuk mendukung program peningkatan SDM di Gorontalo karena dinilai memiliki kemampuan untuk itu. "Standar UT sama dengan universitas lain dan memiliki fakultas dan program studi yang cukup beragam," kata dia. Selain itu, kata Fadel, kuliah di UT sangat efektif bagi yang memiliki pekerjaan atau kesibukan lain dalam kesehariannya karena sistem jarak jauh yang diterapkan tidak menyita waktu. "Makanya saya menyekolahkan guru-guru saya di UT agar kewajiban mereka sebagai tenaga pendidik tidak terganggu," ujarnya. Kini, UT memiliki empat fakultas, yaitu Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Ilmu Sosial dan Politik, Ekonomi, dan MIPA dengan berbagai jenjang pendidikan yaitu program sarjana, diploma (D-1, D-2, dan D-3), program sertifikat, dan program khusus serta program pascasarjana.n S-1. Lampung ost Jum'at, 28 Juli 2006.
|